Silaturrahim

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak memiliki perasaan kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi. Sayangilah seluruh penduduk dunia, niscaya seluruh penduduk langit akan menyayangimu.” (Al Hadits).

Rahmah atau kasih sayang adalah salah satu anugerah Allah yang mencucur dari sifat Allah Ar-Rahim, yang diletakkan pada dada setiap makhluk-Nya. Setitik kasih sayang yang dianugerahkan kepada diri setiap makhluk itu menyebabkan seekor binatang buas pemakan daging pun akan memelihara dengan penuh kasih sayang anak-anaknya serta kaum kerabatnya. Bahkan buaya, binatang pemakan daging mentah yang rakus pun, ternyata tidak mau memakan daging sesama buaya…! Itulah Rahmat (kasih sayang).

            Agama Islam yang mulia memerintahkan kita untuk senantiasa memelihara silaturrahim yaitu hubungan kasih sayang. Jika kita ingin dicintai, kita mestilah terlebih dahulu mencintai. Jangan berharap memperoleh cinta kasih dari orang lain, jika kita tidak mau memberikan cinta kasih kepada orang lain pula. Karena itu berarti bertepuk sebelah tangan, tidak akan menimbulkan bunyi yang diinginkan. Ketika kita menabur kasih kepada sesama, saat itu pula kita akan menuai kasih dari sesama.

            Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Yang Maha Kasih tidak memasukkan seseorang ke dalam surga-Nya hanya karena banyaknya jumlah amal kebajikan yang telah orang itu perbuat. Akan tetapi Dia memasukkan hamba-Nya ke dalam surga adalah karena rasa kasih sayang yang telah menjadi sifat-Nya Yang Agung. Di dalam hadits Nabi ada diceritakan bahwa ada seorang pelacur dari Bani Israil berhak memasuki surga Allah hanya karena dia pernah memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan di tepi sebuah sumur di tengah padang pasir. Namun sebaliknya, diriwayatkan pula bahwa ada seorang wanita yang akan dicampakkan ke dalam api neraka hanya karena dia telah mengurung seekor kucing dan menyebabkan kucing itu mati kelaparan di dalam kurungannya itu.

            Silaturrahim juga adalah salah satu pintu rezeki bagi seorang hamba. Terkadang rezeki yang datang melalui silaturrahim lebih mudah dan lebih banyak jumlahnya daripada yang datang melalui usaha bekerja. Itulah sebabnya kenapa hari ini di dalam kehidupannya, banyak orang yang kesulitan mencari rezeki. Mereka bingung, sebab segala usaha telah dibuat, bahkan waktu yang dibuang pun hampir-hampir melewati batas kemampuan manusia untuk bekerja. Namun rezeki tetap saja seret dan kehidupan bertambah susah saja. Hal ini tidak lain adalah karena mereka lupa bahwa selain bekerja dengan sungguh-sungguh juga perlu menjalin silaturrahim antar sesama umat manusia. Tidak hanya karena mengharapkan pahala dari Allah, akan tetapi juga hal ini akan mempermudah mengalirnya rezeki kepada kita.

            Di dalam satu hadits yang lain, Baginda Rasulullah bersabda bahwa orang yang menghubungkan silaturrahim dengan sesamanya ikhlas karena Allah, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya serta mencukupkan rezekinya. Begitu pun tamu yang datang ke rumah kita, sesungguhnya dia telah membawa rezekinya masing-masing dan tidak mengurangi bagian dari rezeki kita, malah menambah rezeki kita semakin berlimpah jua. Hanya sayang, banyak hari ini orang-orang yang tidak mengerti hakekat manfaat silaturrahim, menganggap orang-orang yang datang ke rumahnya sebagai beban yang bakal menghabiskan rezeki miliknya, bahkan dapat menyebabkan dia menjadi bangkrut. Naudzubillah …!

            Salah satu golongan yang akan mendapatkan perlindungan di bawah Arasy Allah di hari kiamat adalah dua orang yang bertemu dan berpisah karena Allah. Di dalam hadits yang lain ada diterangkan bahwa pada hari kiamat, silaturrahim akan berseru di bawah kaki ‘Arasy dengan seruan : “Ingatlah barangsiapa menyambung aku (silaturrahim), maka Allah akan menjalin hubungan dengannya. Dan barangsiapa memutuskan aku, maka Allah akan memutuskan hubungan dengan orang itu”.

            Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah seorang hamba Allah yang paling memiliki rasa kasih sayang. Beliau menjalin hubungan ini dengan siapa saja. Terhadap seluruh kaum muslimin, Nabi bersikap sangat kasih. Beliau rela tidak makan asalkan umatnya kenyang. Beliau sering menangis dan bermunajat kepada Allah berlama-lama karena mendoakan keselamatan bagi seluruh umatnya. Terhadap orang lain agama pun Nabi tidak menunjukkan rasa benci. Bahkan ada diriwayatkan, suatu hari Nabi menangis ketika mayat seorang Yahudi diusung di hadapan Baginda. Ketika para Sahabat memberi tahu Nabi bahwa yang diusung itu adalah mayat seorang Yahudi, Nabi menjawab :”Justru aku sedih karena dia mati dalam keadaan beragama Yahudi”. Lihatlah betapa besarnya sifat kasih sayang pada diri Nabi.

            Hari ini kita kadang-kadang terhadap sesama kaum muslimin pun saling membenci dan saling mencaci maki. Terkadang bukan karena masalah prinsipil, akan tetapi hanya karena masalah-masalah yang sepele, yang tidak berarti. Betapa banyak hari ini hanya karena masalah-masalah yang sunnat kaum muslimin sampai memutuskan hubungan silaturrahim, bahkan tak jarang sampai kafir mengkafirkan satu dengan yang lain….

            Di dalam bulan Ramadhan ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala melipat gandakan rahmat (kasih sayang-Nya) kepada setiap orang beriman. Allah membayar setiap amalan sunnat sebesar amalan wajib di bulan lain, dan membayar setiap amalan wajib sebesar 70 kali dibanding bulan yang lain. Pada akhir Ramadhan Allah mengampunkan seluruh dosa hamba-Nya dan menerima seluruh amal ibadah mereka. Akan tetapi khusus untuk orang yang memutuskan silaturrahim, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menangguhkan pengampunan dan penerimaan amalnya sebelum orang itu kembali menghubungkan silaturrahim kepada orang yang telah berselisih faham dengannya.

            Hubungkan Silaturrahim…!! Insya Allah seluruh penduduk langit akan mencintai kita. Dan jika seluruh penduduk langit mencintai kita, maka selamat dan berbahagialah kehidupan kita dunia dan akhirat. Amin…

            Taqabbalallahu minna wa minkum….!

Share this post