Puisi Untuk Ibu & Ayah

(Dibacakan pada Ulang Tahun Perkawinan Emas Ayahanda H. Ismail Suko & Ibunda Hj. Roslaini di Pekanbaru, Riau)

 

Cahaya fajar baru kan sentuh atap langit, sedang burung-burung bahkan masih lelap dalam tidur

Embun pagi berselimut malam dingin……, bergayut lembut di daun-daun hijau pepohonan…..

Namun ibu….mandi  keringat…..airmata berderai, iringi darah yang mengucur, dan  sertai rintih erangnya…..

O…Ibu...di fajar pagi itu…..
Engkau berjuang keras, menyentuh bibir maut…..
Antarkan daku   ‘tuk nikmati indahnya dunia…….!

Ibu….genggam erat tangan Ayah, di sisi pangkin rumah sakit…..
“Sabar,sayang…….,serahkan diri pada Ilahi….” Bisik Ayah
lembut di telinga ibu…..
basah airmata genangi pipinya yang tegar….. getar dingin tangannya,  susuti keringat
dan airmata kekasihnya yang sedang mengerang sakit….

Azan shubuh pun layap-layap menggema, koyakkan alam semesta
yang lelap, saat  pertama kali kusentuh dunia fana…

aku menjerit nyaring,  seiring darah merah rahim Ibu
yang basahi seprai putih pangkin itu…..

Sesaat dokter timang daku, suster pun mandikan tubuhku dalam gopoh,
Kumandang azan Ayah lunak bahana…..sentuh lembut  ruang telinga mungilku, dan usap nuraniku
dengan ma’rifat Dien-Nya….
Aku teriak….menangis keras disapa senyum mesra dan usap
lembut jemari  Ibu penuh getar cinta…

Ibu….sering nian tidurmu ku ganggu, air susu sucimu ku hisap kering, tak terhitung jagamu di malam hari karena rengek tangisku yang nakal…..
Makanan…?  Ah………., betapa seringnya engkau korbankan untukku di sela lunglai laparmu…?

Ayah…..
pengorbananmu  atasku
bagai deras hujan bercurah, sebanyak pasir di laut tepian….
Tak kenal lelah engkau berjuang hidupi kami…
Kucur keringat, derai airmata, desah nafas letih, berjuta engkau luahkan…..demi harkat  keluarga, dapat raih marwah mulia….di liku kehidupan yang keras ini….

Ayah….Ibu…kini aku telah dewasa…

Sudah kurasakan sakit yang sama saat hantarkan putera-puteriku nikmati dunia ini bersama anak-anak lainnya, ramaikan bumi Allah juga….

Ya Allah….beri bahagia, Kasih dan Sayang-Mu  ‘tuk Ayah dan Ibu tercinta….
Satukan mereka hingga Jannah-Mu saat maut kelak menyua…….

 

Ditulis, Ba'da Ashar, Tanggal 26 Desember 2010, di Pekanbaru,

Oleh: Tengku Zulkarnain

 

 

 

 

 

 

 


Share this post