unta, jin dan syetan

Unta, Jin, dan Syetan

Dalam surat Al Ghasyiyah ayat 17, Allah berfirman : “Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?”

Dalam ayat di atas Allah menegaskan tentang asal kejadian unta agar diperhatikan. Keterangan yang didapat dalam beberapa kitab tafsir, ada dituliskan bahwa unta itu berasal dari jin. Hal ini diperkuat oleh beberapa hadits nabi saw. yang diriwayatkan oleh beberapa orang Imam Hadits, antara lain: An Nasai’, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad dan Baihaqi.

Hadits itu berbunyi:

Artinya: “Rasulullah telah bersabda jika kamu ingin melakukan sholat sedangkan kamu berada di dalam tempat bermalamnya kambing, maka sholatlah kamu di tempat itu, karena sesungguhnya pada tempat itu terdapat sakinah dan barokah. Dan apabila kamu hendak melakukan sholat padahal kamu sedang berada di tempat bermalamnya unta, maka hendaklah kamu keluar dari tempat unta itu, dan sholatlah di luarnya, karena sesungguhnya unta itu adalah jin dan diciptakan Allah daripada jin. Tidakkah kamu lihat jika unta berjalan, unta itu selalu mendongakkan wajah dan hidungnya?”. (HR. Imam Syafii, Baihaqi, Ahmad, An Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Dalam mazhab Syafii sholat di tempat bermalamnya unta tidaklah haram hukumnya, melainkan makruh saja. Adapun kemakruhannya bukanlah karena adanya najis di tempat itu. Jika masalah  larangan tersebut menyangkut tentang adanya najis, maka di tempat kambing pun pastilah terlarang juga sholat di dalamnya. Tentu saja tidak ada perbedaan hukum antara kedua tempat tersebut jika hanya menyangkut masalah adanya najis.

Dalam hal ini, Mazhab Syafii memakruhkan sholat di tempat unta itu adalah karena tempat unta itu merupakan tempat jin atau berkenaan dengan adanya jin, bukan karena adanya najis. Namun demikian, larangan sholat di dalam tempat unta itu bukanlah larangan yang haram, melainkan makruh adanya. (lihat kitab Al Aziz, syarah Al Wajiz oleh Imam Rafi-i jilid II halaman 18 dan 19)

Selanjutnya Imam Syafii berkata bahwa telah terang kabar yang diterima, bahwasanya unta itu memang diciptakan dari jin. Kemakruhan sholat di tempat jin dan setan ada ditegaskan dalam hadits shahih yang lain dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda: “Keluarlah kita semua dari lembah ini, karena sesungguhnya di dalam lembah ini ada syetannya” (HR. Imam Muslim no. 680)

Imam Rafi-i juga menambahkan bahwa kemakruhan sholat di tempat syetan dan jin karena membawa pengaruh buruk dan mengganggu kekhusyuhan dalam sholat.

Faedah:

Baginda Rasulullah SAW. mengajak seluruh sahabat yang saat itu bermusafir bersama beliau untuk segera keluar dari sebuah lembah yang merupakan sarang syetan/jin. Tidak berlama-lama berada di situ dan tidak juga melakukan sholat atau tilawah al qur-an untuk mengusir para syetan dan jin dari lembah tersebut. Artinya, Rasul memberi petunjuk kepada kita untuk tidak melakukan penggusuran  syetan dan jin dari tempat tinggal mereka.

Maka, sangatlah aneh jika di zaman akhir ini ada sekumpulan orang yang memakai pakaian kebesaran agama; jubah, serban, jenggot dan tongkat, tetapi setiap hari kerja mereka mencari sarang syetan dan jin untuk kemudian menggusur para syetan dan jin itu dari sarang mereka. Andai kata perbuatan ini baik dan benar, pastilah saat berada di lembah syetan itu, nabi sudah menunjukkan kepada sahabatnya sebuah acara penggusuran syetan dan jin.

Dari keterangan hadits Shahih Muslim di atas, nyatalah bagi kita bahwa perbuatan gusur menggusur bukan bagian dari sunnah nabi. Lain halnya jika rumah kita tiba-tiba di datangi oleh syetan atau jin. Dalam hal ini syetan dan jin itu yang hendak menggusur kita atau paling tidak hendak mengganggu kita dan keluarga. Dalam keadaan seperti ini nabi telah mengajari kita dalam beberapa hadits yang shohih untuk membaca surat Al Baqarah sebagai tangkal mengusir jin dan syetan yang nekat masuk ke rumah kita untuk mengganggu.( Lihat Tafsir Durrul Mantsur, Imam Suyuthi, Jilid I, Surat Albaqarah).

Wallahu a’lam

Share this post