Menguburkan Mayit di Halaman Masjid

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ustadz Tengku yang terhormat,

Bagaimana hukumnya  menguburkan mayit di area masjid, soalnya orang tua mertua saya sebelum meninggal punya pesan jika nanti  meninggal minta dikubur di lingkungan masjid. akhirnya setelah beliau meninggal, pesan tersebut dilaksanakan oleh mertua saya dan dikubur tepat di depan masjid.

Kemudian kalau misalnya wasiat minta dikubur dilingkungan masjid itu tidak dilaksanakan oleh mertua saya,  berdosa atau tidak mertua saya itu.

Demikian ustadaz pertanyaan dari saya lebih dan kurangnya saya mohon maaf

Wabillahi taufiq walhidayah wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 


Firdaus

Jawaban

Wa'alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahi Washsholatu Wassalamu 'Ala Rasulillah

Banyak sudah diamalkan orang Islam menguburkan mayat orang beriman di halaman masjid, baik di belakang, di samping atau di halaman depan masjid. Amalan ini bukan saja di mulai oleh para Shahabat Nabi Radhiyallahu 'anhu, tetapi sudah menjadi amalan dari para Nabi Bani Israil terdahulu.

Lihatlah betapa Nabi Ya'kub 'Alaihissalam membangun Masjid Al Aqsha dan kemudian di halaman masjid itu dikuburkan Nabi Daud 'Alaihisslam. Timbul pertanyaan, siapakah yang menguburkan Nabi Daud di halaman masjid Al-Aqsha yang Agung itu?. Jawabnya tidak lain tidak bukan, bahwa yang menguburkan baginda Daud 'Alaihisslam adalah Baginda Nabi Sulaiman 'Alaihissalam. Dua orang Nabi Allah yang Agung, dan pati tidak tercela! Sampai sekarang jika kita ziarah ke Palestina akan kita dapati banyak kuburan Nabi di sekitar Masjid Al-Aqsha itu. Menurut satu kitab Tafsir yang mu’tamad, ada lebih kurang 70 nabi yang berkubur di sekitar Masjidil Aqsha, Palestina itu. Dan, itulah sebabnya wilayah tersebut disebut muqaddas, yakni tempat yang suci….!(Lihat Tafsir Qurthubi, Al Jami’ li Ahkam Al-qur’ani, Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al Anshari al Qurthubi, Jilid X, halaman 187).

Di Hebron, (dahulu namanya Habrawand), Nabi Ibrahim membeli tanah dan menguburkan Siti Sarah, isteri Baginda Ibrahim yang pertama, seorang wanita tercantik se dunia, di tanah itu. Kemudian beberapa puluh tahun kemudian, di usia yang ke-200 tahun, Baginda Nabi Ibrahim 'Alahissalam wafat dan dikuburkan oleh kedua putera Baginda, Nabi Isma'il dan Nabi Ishaq 'Alaihimussalam di tanah yang sama.  (Lihat Qishashul Anbiya', Imam Ibnu Katsir).Beberapa ribu tahun kemudian, pada saat Khalifah Mu'awiyah bin Abu Syofyan, seorang shahabat Baginda nabi yang masyhur, dan pernah menjadi juru tulis Nabi pula, membangun sebuah masjid berdekatan dengan kuburan Baginda nabi Ibrahim 'Alahissalam dan isteri baginda Siti Sarah itu.(Lihat History of The Arab, Philip K. Hitti).

Di Kanton, sekarang disebut Ghuang Zhou, Cina, ada sebuah Masjid yang di bangun oleh salah seorang dari sepuluh orang shahabat Nabi yang dijamin masuk surga selagi hidupnya, yaitu Sa'ad bin Abu Waqqash Radhiyallahu 'Anhu. Di halaman masjid itu ada enam orang shahabat Nabi dan beberapa orang tabi'in dan tabi'ut tabin tentunya yang dikuburkan di sana. Siapa orang yang menguburkan mereka yang mulia itu? Tentu para shahabat yang enam orang itu, bukan? Kelihatannya mustahil mereka mati serentak dalam satu waktu. Dan, paling tidak para tabi'in murid-murid mereka juga ikut menguburkan mereka di sana.

Nah, keterangan di atas jelas menunjukkan bahwa menguburkan seseorang di halaman masjid. atau juga membangun masjid di dekat kuburan sudah menjadi sunnah Nabi-nabi dan sunnahnya para Shahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam.Sangat luar biasa bodohnya jika ada orang yang berani mengharamkan menguburkan mayat di halaman masjid, selain orang itu menentang sunnah Nabi-nabi terdahulu, juga menentang sunnah para shahabat nabi yang merupakan manusia paling faham, paling pintar, dan paling setia menjalankan sunnah Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam.

Sekarang ini memang ada segelintir orang Islam yang berfaham sempit dan membabi-buta menuduh semua masjid yang ada kuburan di halamannya adalah masjid yang haram digunakan untuk sholat. Kata mereka tidak sah sholat di sana. Bahkan, mereka mengatakan terlaknat orang yang melakukannya! Luar biasa ucapan dan tindakan segelintir manusia ini.....!

Darimanakah mereka mendapatkan faham ini....?

Ternyata mereka mendapatkannya dari faham yang dimport melalui buku-buku karangan segelintir ulama Timur Tengah. Padahal faham itu justru tidak laku di sana, alias terbuang.

Baru-baru ini saja tepatnya bulan Maret yang lalu, kami penulis ini sempat melakukan umrah bersama rombongan Pandu Siwi Group. Saat itu kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Emirates Arab, dan singgah di Abu Dhabi. Di sana ada sebuah Masjid yang sangat mewah dan megah yang sanggup menampung 49 ribu jama'ah sholat. Indah, gagah dan mengagumkan. Di halaman Masjid itu ada sebuah bangunan kecil yang berbentuk masjid, dan di depannya ada kuburan yang di pagar rapi. Kuburan itu adalah kuburan Syeikh Zayid, sang pandiri masjid yang gagah dan diberi nama dengan namanya. Hebatnya, setiap detik, setiap waktu tidak pernah putus dibacakan ayat-ayat Al-Qur'anul Karim oleh para hafish bergiliran terus-menerus sejak tahun 2004 M yang lalu, saat Syeikh Zayid itu wafat, dari bangunan kecil mirip masjid disebelah makam itu.

Nah, kenapa mereka melakukannya? Jawabnya karena ajaran segelintir ulama Timur Tengah itu tidak mereka anggap shohih, bukan...?

Agaknya tuduhan haram menguburkan mayat di halaman masjid muncul karena adanya sebuah hadis nabi Shallallahu 'Alaihi Wassallam yang keliru mereka artikan. Hadis itu berbunyi : "Allah melaknat orang-orang Yahudi yang menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai masjid". Padahal di sini jelas, yang diharamkan adalah menjadikan kubur sebagai masjid, bukan menguburkan mayat di halaman masjid. Apalagi bila antara masjid dengan kuburan sudah ada tembok yang memisahkannya.Sehingga tidak dapat dikatakan mereka yang sholat sebagai orang yang sholat menghadap kuburan, karena sudah terputus (munqathi') menurut hukum Fiqih.

Jika saja haram menjadikan halaman masjid sebagai kuburan maka akan ada berpuluh-puluh juta masjid di dunia ini yang mesti dibongkar dan dipindahkan, atau paling tidak haram dipakai untuk sholat berjama’ah, termasuk salah satu dari dua masjidil Haram yang ada, yaitu Masjid Nabawi yang tercinta di Madinah itu…! Bukankah di sana ada kubur Nabi Muhammad shallallahu ‘Alaihi Wassallam, Abu Bakar, dan Umar Radhiyallahu anhuma…?

Dengan demikian, anda sewajibnya melakukan wasiat mertua anda itu. Mertua anda sudah benar, tidak salah, dan justru akan mendapatkan pahala, Insya Allah

Wallahu A'lam Bishshowab

Share this post