Menikahi Paman

Assalamualaikum wr. wb

Saya mempunyai seorang teman dan dia sudah menikah dan telah mempunyai seorang anak, masalahnya dia menikah dengan pamannya sendiri (saudara seayah tapi berlainan ibu). Pertanyaan saya apa hukumnya dalam Islam, dan seandainya haram apa yang harus dilakukannya dan gimana anaknya?

Terima kasih wassalam.


nurdaya

Jawaban

Alhamdulillah Wasshsholatu Wassalam 'Ala Rasulillah,

Menikah dengan mahram, yaitu orang-orang yang haram dikawini hukumnya HARAM. Dan tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini! JIka sudah terlanjur wajib diceraikan dan dipisahkan. Meneruskan yang haram setelah mengetahuinya adalah sebuah kedurhakaan dan merupakan dosa yang sangat besar.

Pada zaman Rasulullah SAW pernah juga terjadi seorang shahabat yang menikah dengan saudara sesusuannya. Ketika hal tersebut diketahui mereka segera diceraikan oleh Nabi dan don dipisahkan.

Untuk lebih jelas Paman itu adalah mahram, yakni haram dikawini, baik Paman dari saudara ibu ataupun Paman dari saudara Bapak. Juga paman yang se-bapak se-ibu dengan bapak kita atau ibu kita, maupun paman yang se-bapak saja dengan bapak atau ibu kita.

Khusus Paman dari pihak Bapak selain dia adalah MAHRAM, dia juga menduduki posisi sebagai WALI bagi ponakannya itu!

Dalam Al-Qur'an surat Annisa' Ayat 22 dan 23 Allah SWT berfirman :

"Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang Telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang Telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam ayat di atas menerangkan untuk subjek laki-laki. Jika untuk subjek perempuan maka kata-kata saudara perempuan Bapakmu mesti menjadi saudara laki-laki Bapakmu. Begitu juga saudara perempuanmu menjadi saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan menjadi anak-anak laki-laki dan seterusnya.

Dalam hal di atas, teman anda itu telah mengawini PAMAN yang merupakan MAHRAMNYA, sekaligus juga PAMAN yang merupakan WALINYA....!

Beritahukan ini pada mereka dan beritahukan ini pada penegak hukum. Lebih baik berpisah di dunia ini walau sakit rasanya, daripada menelan penderitaan panjang di akherat nanti karena melawan perintah agama. Apalah arti dunia yang singkat ini dibandingkan dengan akherat yang indah dan kekal...?

Status anak yang dilahirkan adalah anak ibunya bukan anak bapaknya, karena pernikahan mereka tidak sah menurut agama Islam.

Wallahu A'lam Bishshowab

Share this post