Niat Sedekah

Assalamualaikum

Saya mohon bantuannya dari pak ustadz mengenai masalah yang saya alami sekarang.

Saya pernah memiliki hajat yg sampai sekarang belum terpenuhi. Setelah saya banyak mendengarkan ceramah tentang sedekah, saya tertarik untuk bersedekah dalam jumlah yang cukup besar agar hajat saya dapat dikabulkan-Nya. Yang ingin saya tanyakan, bolehkah saya memberikan sedekah kepada orang tua saya sebagian dari jumlah tersebut. Apakah saya hanya wajib bersedekah kepada orang lain selain keluarga?

Mohon bantuan dari ustadz. saya ucapkan terima kasih

Wassalam Mu’alaikum


Sarey

Jawaban

Wa'alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi Washsholatu Wassalamu 'Ala Rasulillah,

Sedekah atau infaq diyakini dapat menjadi asbab datangnya rezeki dari Allah Swt. Dalam ayat al Qur’an surat Al An’am ayat 160 Allah berfirman: “Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya 10 kali lipat dari amal baiknya itu”. Dan Nabi bersabda: “berinfaqlah engkau maka Allah akan berinfaq kepada mu”.  

Dari ayat dan hadis tersebut di atas para ulama mengambil kesimpulan bahwa jika kita berbuat satu kebaikan, termasuk bersedekah atau berinfaq, maka paling sedikit kita akan mendapatkan balasan dari Allah sepuluh kali lipat dari amal kita itu. Ada banyak sekali kisah-kisah tentang perkara sedekah dan infaq dari para sahabat nabi yang telah terbukti dibalas Allah dengan balasan sepuluh kali lipat itu.

Adapun sedekah atau infaq kepada orang tua sendiri, maka inilah yang paling afdhal. Tidak ada sedekah atau infaq yang lebih baik selain kepada kedua orang tua. Urutan bersedekah atau berinfaq atau berbuat baik di dalam Islam telah diatur urutan-urutannya mulai dari kedua orang tua, kerabat (saudara terdekat) yaitu abang, kakak, adik, paman, keponakan, dan sepupu. Hal yang sederajat dengan itu juga pada keluarga istri kita.

 Hal itu sesuai dengan firman Allah pada surat An Nisa’ ayat 36: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,”

Dan dalam ayat lain Allah berfirman: "...... dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta....." (QS. Al Baqarah: 177)

Dengan demikian berinfaq kepada orang tua dan kerabat jauh lebih wajib dan pasti ganjaran pahala serta keutamaannya pasti lebih baik pula.

Sekarang memang banyak ceramah dari para ustadz yang menganjurkan untuk bersedekah dengan iming-iming pasti akan mendapat harta balasan yang lebih besar. Seperti memancing ikan saja layaknya. Yang lebih jelek lagi ada yang meminta orang untuk bersedekah dengan jumlah yang sangat besar sementara sedekahnya itu dialamatkan kepada sang ustad itu pula. Hal ini tentu saja kurang baik, sebab pintu rezeki bukan hanya satu yaitu lewat sedekah saja. Tetapi sebenarnya ada banyak pintu rezeki yang lain seperti: bertaqwa, berdzikir, sholat, bekerja, sakit, silaturrahim, musibah, sedekah atau infaq, dan berdoa.

Nah, untuk mendapatkan rezeki dari Allah baik kiranya kita berikhtiar dengan segala amal yang merupakan pintu terbukanya rezeki dari Allah untuk kita, tidak hanya berfokus pada satu pintu saja.

Wallahu A’lam Bishshawab

Share this post