Home Jubah Sorban Kacamata Pena
20
May
English Indonesia
Login Register
 
   
 
 

Rasulullah bersabda:
Barangsiapa yang tidak memiliki perasaan kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi. Sayangilah seluruh penduduk dunia, niscaya seluruh penduduk langit akan menyayangimu.”  (Al-Hadits)

 
 
Media Kalender Forum Bazar
 
 
Latest Articles
 
Rabu, 4 Januari 2012
 
Allah menciptakan manusia sebagai para khalifah-Nya… more
Kamis, 29 Desember 2011
 
Apakah kematian itu? Definisi mati menurut ilmu kedokteran… more
Kamis, 22 Desember 2011
 
Mati adalah sebuah rahasia dan hanya Allah Swt. yang… more
Selasa, 1 November 2011
 
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang istimewa… more
Kamis, 20 Oktober 2011
 
Di dalam Bahasa Indonesia, para penutur bahasa Indonesia… more
Rabu, 28 September 2011
 
Sholat tahajjud adalah salah satu sholat yang diperintahkan… more
Senin, 29 Agustus 2011
 
Kata puasa sudah demikian populernya di tengah masyarakat… more
 
 
 
Menahan Amarah
Selasa, 27 Rabiul Awal 1430 H / 24 Maret 2009

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.'' (Ali-Imron: 133-134).

Amarah merupakan tabiat manusia yang sulit untuk dikendalikan. Dan, Allah menjadikan orang yang mampu untuk menahan amarahnya sebagai salah satu ciri orang yang bertakwa. Di samping itu Allah akan memberikan pahala kepada orang yang menahan amarahnya lalu memaafkan mereka yang menyakitinya. Allah berfirman, ''Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.'' (Asy-Syuura: 40).

Abu hurairah meriwayatkan bahwa pada suatu hari, seorang lelaki mendatangi Rasulullah SAW. Ia berkata kepada beliau. Ya Rasulullah! Nasihatilah saya! Sabdanya, ''Janganlah engkau marah.'' Lalu beliau ulangkan beberapa kali, dan sabdanya, ''Jangan engkau marah.'' (HR Bukhori).

Penekanan Rasulullah SAW di atas menunjukkan betapa pentingnya menahan amarah. Karena ia adalah penyebab terjadinya pertikaian, perpecahan, dan permusuhan. Dan bila ini terjadi, maka akan membawa dampak negatif kepada umat Islam. Oleh sebab itu pula, Islam tidak membenarkan seorang Muslim untuk saling bertikai dan saling berpaling satu sama lain melebihi dari tiga malam.

Sahabat Abu Bakar ra pernah mendapatkan teguran dari Allah SWT karena kemarahan yang dilakukannya dengan bersumpah untuk tidak memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri Aisyah. Allah berfirman, ''Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat-(nya).

Betapa indahnya dunia ini, jika setiap orang berusaha menahan amarahnya. Pertikaian, kerusuhan, permusuhan di mana-mana tidak akan terjadi. Karena kejahatan yang dibalas dengan kejahatan tidaklah memberikan solusi, namun menambah persoalan dan memperpanjang perselisihan.

 
Total pengunjung
120,171