Home Jubah Sorban Kacamata Pena
20
May
English Indonesia
Login Register
 
   
 
 

Rasulullah bersabda :
"Hendaklah kamu membaca Al Qur'an dan mengingat Allah 'azza wa jalla, karena semua itu akan menyebabkan namamu disebut di langit dan menjadi cahaya di bumi."

 
 
Media Kalender Forum Bazar
 
 
Latest Articles
 
Rabu, 4 Januari 2012
 
Allah menciptakan manusia sebagai para khalifah-Nya… more
Kamis, 29 Desember 2011
 
Apakah kematian itu? Definisi mati menurut ilmu kedokteran… more
Kamis, 22 Desember 2011
 
Mati adalah sebuah rahasia dan hanya Allah Swt. yang… more
Selasa, 1 November 2011
 
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang istimewa… more
Kamis, 20 Oktober 2011
 
Di dalam Bahasa Indonesia, para penutur bahasa Indonesia… more
Rabu, 28 September 2011
 
Sholat tahajjud adalah salah satu sholat yang diperintahkan… more
Senin, 29 Agustus 2011
 
Kata puasa sudah demikian populernya di tengah masyarakat… more
 
 
 
Rahmat Allah Luas, Jangan Sempitkan
Senin, 18 Syafar 1432 H / 24 Januari 2011

Rahmat Allah bermakna kasih sayang Allah. Ianya tidak terbatas kepada para Nabi dan orang-orang shalih saja, tetapi meliputi seluruh makhluk yang ada di langit maupun di bumi. Sebegitu besarnya kasih sayang Allah kepada makhluk ciptaanNya, sehingga meskipun makhlukNya itu terus-menerus mendurhakaiNya, Allah tetap saja mengalirkan kasih sayangnya kepada mereka. Berbeda dengan makhluk yang umumnya menyayangi seseorang beriring pamrih. Ketika orang yang disayanginya memberikan balasan yang baik kepadanya, orang itu akan tetap menyayangi. Sebaliknya, jika dia mendapat balasan yang tidak baik, serta merta kasih sayangnya hilang berganti dengan rasa benci dan dendam.

Sering manusia menaburkan kebaikan hanya kepada orang-orang yang dikasihinya saja, dan tidak acuh kepada orang lain di luar orang yang disayanginya itu. Dengan kata lain, kasih sayangnya sangat terbatas. Yang paling buruk dari sifat manusia manakala dia ingin segala kebaikan hanya untuk dirinya dan orang-orang yang disayanginya saja. Suatu hari, seorang Arab Badui yang sudah tua usianya, masuk ke Masjid Nabi kemudian melaksanakan sholat. Lalu dia berdo’a dengan suara yang keras, “Ya Allah, kasih sayangilah aku dan Nabi Muhammad, dan janganlah Engkau sayangi seorangpun yang lain melainkan kami berdua saja.” Mendengar doa itu, maka Nabi berpaling kepadanya seraya berkata, ”Sungguh engkau telah menyempitkan rahmat Allah yang luas itu!” (HR. Turmidzi nomor 146)

Betapa seringnya kita dalam kehidupan sehari-hari bertindak seperti orang Badui ini. Kita hanya memikirkan kebahagiaan itu adalah untuk ku, anak ku, isteri ku, keluarga ku, kaum kerabat ku, handai taulan ku, golongan ku, partai ku dan lain-lain sebagainya dengan selalu memakai kata ‘ku’. Sementara orang lain semuanya seolah-olah tersekat untuk mendapatkan kebahagiaan yang sama. Betapa egoisnya pemikiran seperti ini. Padahal Rasulullah telah bersabda dalam hadis yang lain, “Manusia yang terbaik di antara kamu adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.” Artinya, selama seseorang hanya memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya saja, maka selama itu orang tersebut tidak akan pernah mencapai derajat manusia terbaik. Semakin luas seseorang itu memberi manfaat kepada orang lain, maka akan semakin tinggilah derajatnya di sisi Allah.

Berbuat baik dan menabur kasih sayang adalah sifat yang paling mulia, sekecil apapun perbuatan baik dan kasih sayang itu dilakukan. Mungkin orang lain tidak merasakan kasih sayang dan perbuatan baik yang dilakukan karena terlalu kecil nilainya, namun bagaimanapun di sisi Allah perbuatan itu tetap dihitung dan bernilai besar di dunia maupun akhirat. Firman Allah: “Barangsiapa melakukan perbuatan baik walaupun sebesar dzarrah, Allah akan melihatnya.” (QS. Az Zilzal: 7)

Wallahu A’lam Bishshowab

 

Ditulis untuk Republika Online   

 
Total pengunjung
120,174