Home Jubah Sorban Kacamata Pena
20
May
English Indonesia
Login Register
 
   
 
 

Rasulullah bersabda:
"Penghuni surga tidak akan menyesali sesuatu kecuali waktu (di dunia) yang terlewati tanpa mereka berdzikir kepada Allah 'azza wa jalla."
(HR. Thabrani dan Baihaqi)

 
 
Media Kalender Forum Bazar
 
 
Latest Articles
 
Rabu, 4 Januari 2012
 
Allah menciptakan manusia sebagai para khalifah-Nya… more
Kamis, 29 Desember 2011
 
Apakah kematian itu? Definisi mati menurut ilmu kedokteran… more
Kamis, 22 Desember 2011
 
Mati adalah sebuah rahasia dan hanya Allah Swt. yang… more
Selasa, 1 November 2011
 
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang istimewa… more
Kamis, 20 Oktober 2011
 
Di dalam Bahasa Indonesia, para penutur bahasa Indonesia… more
Rabu, 28 September 2011
 
Sholat tahajjud adalah salah satu sholat yang diperintahkan… more
Senin, 29 Agustus 2011
 
Kata puasa sudah demikian populernya di tengah masyarakat… more
 
 
 
Fastabiqul Khairat
Rabu, 20 Muharram 1431 H / 06 Januari 2010

Berbuat kebajikan adalah perintah Allah dan juga perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Tempat untuk berbuat kebajikan adalah alam dunia ini, yaitu selagi nyawa di kandung badan. Setelah mati, seseorang tidak akan dapat lagi berbuat sebuah kebajikan apapun juga. Seluruh amalnya akan berhenti; dia tidak lagi dapat melaksanakan shalat, berpuasa, berhaji, membaca Al Qur’an atau mensedekahkan hartanya dalam rangka mendapatkan buah kebajikan. Oleh karena itu kesempatan berbuat amal kebajikan hanyalah ketika hidup di dunia ini saja.

Ada dua lapangan kebajikan yang dapat diperbuat sebagai amal shalih bagi setiap mu’min. Yang pertama adalah kebajikan secara vertikal, kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti; shalat, dzikir, membaca Al Qur’an, berpuasa, menunaikan ibadah haji dan lain-lain; kedua adalah kebajikan yang bersifat horizontal kepada sesama makhluk Allah seperti; bersedekah, mengajarkan ilmu, memberi nasihat dan bantuan material, membina sarana sosial dan lain-lain. 

Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Manusia terbaik adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain”. Artinya, semakin banyak seseorang itu mengorbankan diri dan hartanya bagi kemaslahatan ummat, maka semakin tinggilah kedudukannya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Islam tidak mengajarkan seseorang itu bersifat egois, hanya mementingkan diri sendiri saja.

Ada orang yang baik hubungan vertikalnya kepada Tuhan, tetapi sangat buruk budi dan akhlaknya kepada sesama makhluk. Orang seperti ini tidak termasuk dalam golongan orang yang baik, karena dia tidak memberi manfaat kepada orang lain. Betapa banyak hari ini orang-orang yang hanya memikirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan aku; anakku, istriku, hartaku, rumahku, jabatanku, kedudukanku, kepentinganku, ku…ku…dan ku

Di awal tahun ini, Mari berlomba-lomba berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya. Dan rebutlah tempat terbaik di akhirat sebagai balasan atas usaha kita di dunia ini. Fastabiqul Khairat….!!

 

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1431 dan Tahun Baru 2010...

 
Total pengunjung
120,177