Registration Form :

Belum menjadi anggota? Daftar!

Assalamu`alaykum
Daftar dan gabung dengan Newsletter kami, untuk mengajukan pertanyaan dan menulis testimonial.

Daftar Sekarang!

Untuk mendaftar, ikuti

Lupa Password

Masukkan alamat email yang Anda daftarkan, Anda akan dikirimkan petunjuk tentang cara untuk mereset password Anda.

Member Login

 
Rasulullah bersabda:
"Seorang mukmin bila bertemu mukmin yang lain lalu mengucapkan salam dan berjabat tangan, maka dosa keduanya akan berguguran sebagaimana gugurnya dedaunan pohon."
(HR. Thabrani)

Ormas Islam Minta Kapolri Evaluasi Densus 88

Jum'at, 01/Mar/2013
Published by Administrator
Viewed 637 times

Majelis Ulama Indonesia dan Ormas-Ormas Islam Tingkat Nasional, Kamis, 1 Maret 2013 bertemu Kapolri dan Petinggi Polri, di ruang kerja Kapolri di Mabes Polri. Pada pertemuan tersebut MUI dan Ormas Islam mengadukan kinerja beberapa oknum Polisi berseragam dalam menangani tersangka kasus  terorisme. Para Ulama membawa rekaman video. Dalam rekaman video berdurasi belasan menit itu, yang disaksikan bersama dengan Petinggi Polri terlihat perlakuan pelanggaran HAM berat yang dilakukan oknum-oknum berseragam Polri. Dan, tidak menutup kemungkinan para pelaku itu berasal dari anggota Densus 88.

Tujuan pertemuan adalah selain bersilahturahim, juga untuk meminta Kapolri mengevaluasi kinerja Densus 88, yang selama ini mulai menggelisahkan para pemimpin agama di Indonesia. Ke depan diharapkan dalam penanganan kasus-kasus terorisme tidak lagi terjadi pelanggaran HAM, serta diharapkan tidak lagi menyentuh simbol-simbol agama. Jika ini terus terjadi para ulama menilainya sebagai perbuatan kontraproduktif yang dapat menimbulkan dendam terhadap Institusi Polisi dan jajarannya. Tentu saja hal tersebut sangat merugikan Polri sendiri, di samping juga merugikan kehidupan beragama dan stabilitas Nasional. Belum lagi citra bangsa yang bias runtuh di mata dunia Internasional.

Kapolri dalam hal ini berjanji akan menyelidiki dan menjatuhkan tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku terhadap jajarannya yang terbukti terlibat melakukan kasus pelanggaran HAM. Kapolri juga berjanji bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara transparan dan berkeadilan. Pada kesempatan itu Kapolri langsung memerintahkan Kabareskrim Komjen Sutarman untuk menangani kasus tersebut.

Baik ulama maupun Polri sepakat bahwa terorisme adalah extra-ordinary crime yang mesti dihilangkan dari seluruh dunia. Kedua belah pihak juga sepakat bahwa penanganan kasus terorisme wajib mengacu pada hukum yang berlaku.

Hadir dalam pertemuan itu Din Syamsudin, Amidhan, Tengku Zulkarnain, Khalil Ridwan, Natsir Zubaidi, dan beberapa pimpinan Ormas Islam, Seperti Muhammadiyyah, NU, Matha’ul Anwar, Ar Irsyad, Dewan Da’wah, dan Persis. Di pihak Polri hadir Kapolri, Irwasum, Kabareskrim, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komandan Propam Polri, dan beberapa petinggi Polri lainnya.

Wallahu A’lam Bishshowab

Search
Info Categories
Related Articles
22 Apr 2009 / Analisa Politik
21 Apr 2009 / Pemikiran TZ (sosial)
22 Apr 2009 / Tanya-Jawab
30 Mar 2009 / Tanya-Jawab
22 Apr 2009 / Analisa Politik
10 Jun 2011 / Kumpulan Tulisan
23 Apr 2009 / Analisa Politik
24 Mar 2009 / Tasawuf
Popular Articles
kie
23 Mar 2010 / Tanya-Jawab
kie
21 Jan 2010 / Fiqih
kie
11 Jan 2010 / Fiqih
kie
25 Mar 2010 / Diskusi Kitab
kie
09 Jan 2010 / Rumah Tangga
kie
27 Jan 2010 / Fiqih
kie
21 Apr 2009 / Tanya-Jawab
kie
31 Dec 2009 / Pemikiran TZ (sosial)
Tags