Pemerkosaan Makin Masif

Indonesia Police Watch (IPW) mencatat bahwa selama 25 hari pertama bulan Januari 2013 ada 25 kasus pemerkosaan dan 2 kasus pencabulan yang dilaporkan ke Polisi. Dari semua kasus itu terdapat 29 orang korban pemerkosaan, tetapi jumlah pelakunya ada 45 orang. Ini menunjukkan bahwa tindakan kejahatan seksual sudah bersifat massif. Hal ini dikemukakan oleh Neta S. Pane ketua Presidium IPW,  Senin, 28 Januari 2013.

Kasus pemerkosaan massal dalam bulan januari ini saja telah 5 kali terjadi. Dan, 3 di antaranya malah dilakukan oleh sejumlah pelajar terhadap teman wanita mereka sendiri di sekolah yang sama. Dan yang  paling memprihatinkan adalah peristiwa di Tegal, Jawa Tengah di mana 7 pelajar Tsanawiyah yakni Sekolah dengan 70% pelajaran Agama Islam, justru beramai-ramai memperkosa teman sendiri, lalu meninggalkan korban pingsan sendirian di dalam gubuk. Dahsyatnya, dari 29 korban pemerkosaan itu, ternyata 23 orang di antaranya perempuan di bawah umur. Sementara, kejadian ini hanya berdasarkan kepada kasus yang dilaporkan ke polisi. Tidak dapat dibayangkan berapa banyak kasus lagi jika yang tidak dilaporkan dihitung pula.

Ada banyak penyebab munculnya pemerkosaan, antara lain: mudahnya mengakses film porno, lemahnya vonis hukuman terhadap pelaku pemerkosaan, banyaknya wanita berpakaian dengan mengumbar aurat, dan tidak mau menutupnya secara sempurna, serta kurangnya perhatian masyarakat dalam mencegah pergaulan bebas.

Ada satu usulan yang sangat baik dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, yang merasa prihatin dengan parahnya kasus pemerkosaan dan kejahatan seksual yang terjadi di ruang publik dan angkutan umum. Beliau berkata : “Polisi memerlukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk mengeluarkan aturan yang bisa menekan potensi pemerkosaan. Salah satunya adalah peraturan tentang pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan”.

Usul itu wajib segera dilaksanakan, mengingat beberapa Negara yang telah melakukan hal itu telah berhasil menekan angka kejahatan seksual. Sebut saja Negara Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Pakistan, Thailand Selatan, Iran, Iraq,  dan lain-lain. Sementara angka pemerkosaan tertinggi berdasarkan survey Internasional adalah Negara-negara Eropah, di mana wanitanya rajin memakai pakaian yang mengumbar aurat.

Hal itu berdasarkan hasil catatan United Nations Office On Drugs and Crime Center For International Crime Preventation 1998-2000. Dalam laporan Internasional di bawah PBB ini, Indonesia menduduki peringkat 62, sementara Saudi Arabia menduduki peringkat 65 dari sebanyak 65 negara yang dicatat. Laporan International ini sekaligus meruntuhkan tuduhan Yenny Wahid, puteri almarhum Abdurrahman Wahid, yang disampaikannya di salah satu stasiun TV Nasional baru-baru ini. Dia mengatakan : “bahwa negara Saudi Arabia yang wanitanya memakai pakaian tertutup, justru menduduki angka pemerkosaan tertinggi di dunia”. Padahal hasil survey mengatakan Saudi Arabia menduduk posisi ke 65 dari 65 negera , alias nomor buntut.

Wallahu A’lam

Share this post