Wakil Ketua Ombudsman di Nonaktifkan

Ombudsman RI menanggapi dengan serius perbuatan wakil ketuanya, Azlaini Agus, sebagai respon atas kasus penamparan yang diduga dilakukan oleh Azlaini. Anggota Ombudsman, Budi Santoso dalam Konfrensi Pers secara resmi di kantornya, di Jakarta, pada hari Rabu 30 Oktober 2013, mengatakan, “Kami memutuskan untuk tidak memberi tugas kepada saudara Azlaini Agus semenjak rapat pleno digelar. Kami telah melaksanakan rapat selama 6,5 jam yang dihadiri oleh Ketua dan 2 anggota Ombudsman serta 3 orang dari pihak luar”, yang merupakan anggota Majelis Kehormatan.

Majelis Kehormatan Ombudsman terdiri dari 5 orang yakni, Petrus Beda Peduli dan Hendra Nurtjahjo. Sedangkan 3 orang lagi dari pihak eksternal Ombudsman, yakni mantan Komisioner Ombdusman, Masdar Mas’udi, Dirjen Hak Asasi Manusia Kemenkum HAM, Harkristuti Harkrisnowo, dan Pakar Hukum UGM Zainal Arifin Mokhtar. Keputusan menonaktifkan Azlaini Agus diambil dengan suara bulat oleh anggota Majelis Mehormatan. Dan, jika terbukti bersalah Azlaini akan dijatuhi sanksi.

Pada hari Senin 28 Oktober 2013 yang lalu, Azlaini diduga melakukan penamparan kepada staf PT Garuda Angkasa, saudari Yana Novia. Pada saat itu Yana mengumumkan penundaan pesawat Garuda dari Pekan Baru ke Medan, karena menunggu konfirmasi cuaca di Medan yang sedang mengalami pristiwa meletusnya gunung Sinabung. Tiba-tiba Azlaini Agus menghampiri Yana dan menamparnya dengan tangan kanan di bagian pipi dan leher Yana. Atas perlakuan ini Yana Novia melaporkan perbuatan Azlaini ke pihak Kepolisian di Pekan Baru.

Sejauh ini, pihak kepolisian di Pekan Baru telah memeriksa Yana Novia sebagai pelapor dan 7 orang saksi. Menurut pihak kepolisian Azlaini Agus akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan.

Sampai saat ini Azlaini Agus membantah telah menampar Yana Novia.

Catatan:

Azlaini Agus adalah Politisi Senior dari Partai PAN asal Provinsi Riau. Sepatutnya dia berlaku jujur dan segera minta maaf atas perbuatan tidak senonoh yang telah dia lakukan itu. Bagaimana orang ini mau membantah perbuatannya sementara ada 7 orang saksi yang telah bersedia memberikan kesaksian di Kepolisian. Apalagi CCTV kemungkinan besar ada merekam peristiwa itu, ditambah hasil visum dokter dan foto pipi yang merah lembab, yang menguatkan pengaduan Yana Novia. Perlu diingat bahwa saudari Yana Novia tidak kepentingan apa-apa untuk melaporkannya ke penegak hukum. Tidak masuk akal kalau seorang rakyat kecil seperti Yana Novia mau melakukan perbuatan bodoh dengan memfitnah orang besar sekelas Azlaini Agus. Juga apa perlunya……?

Orang besar adalah orang yang mau mengaku kelemahan dirinya, sebaliknya orang kerdil adalah orang yang mati-matian menutupi kelemahan dirinya dan sering berlaku licik. Maka jadilah orang besar…….

Wallahu A’lam

Share this post