Muslim Myanmar Mengungsi Ke Hutan

Kekerasan dan pembunuhan yang terus dilakukan oleh pemeluk agama Buddha, yang mengaku sebagai agama kasih sayang dan welas asih itu, menyebabkan ketakutan luar biasa pada diri muslim Rohingya, Myanmar.

Dalam minggu ini saja lebih 80 rumah umat Islam sudah dibakar. Dan kerusuhan tersebut telah menyebabkan tewasnya 273 orang yang mayoritas muslim, serta menyebabkan 150 ribu kaum muslimin mengungsi. Kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Myanmar, Thein Sein yang dilakukan pada selasa tanggal 1 Oktober 2013 ke negara bagian Rakhine, nampaknya tidak membuahkan hasil sama sekali. Kekerasan terhadap kaum muslimin Rohingya, Myanmar terus saja berlangsung, seolah tidak ada upaya pencegahan.

Beberapa masjid telah pun dibakar, dan polisi seakan tidak berdaya mencegah kekerasan yang dilakukan oleh pemeluk agama Buddha itu. Menurut keterangan polisi pada kejadian di Thabyuchaing,  terlihat lebih dari 700 orang mengacungkan pedang dan memenuhi jalanan. Seorang muslimah yang tua renta didapati mati terbunuh akibat tikaman senjata tajam. Menurut para saksi mata terlihat jelas tentara dan polisi tidak berbuat apa-apa terhadap kerusuhan itu. Sama sekali tidak ada tindakan tegas terhadap para pembunuh yang sama sama beragama Buddha dengan para tentara dan polisi di sana.

Organisasi pembela Hak Asasi Manusia menilai bahwa Thein Sein tidak mampu mengatasi kekerasan agama di negaranya, dan cenderung membiarkan muslim di sana tersisih.

Saat ini ada ratusan pengungsi Myanmar yang mendekam di barak barak kumuh Imigrasi Indonesia. Mereka kekurangan makan, minum, dan layanan kesehatan. Di Medan, beberapa muslimah Myanmar malah diperkosa para tahanan Buddha Myanmar, yang tertangkap mencuri ikan di perairan Belawan, Sumatera Utara. Hal tersebut terjadi karena pihak Imigrasi Belawan menyatukan para pencuri ikan beraga,a Buddha itu dengan para  muslimah Myanmar dalam satu rumah yang sama. Anehnya, para suami muslimah Myanmar justru di tempatkan di rumah yang lain. Peristiwa ini berujung dengan terbunuhnya para pemerkosa, dan perkaranya sudah di sidangkan di Pengadilan Negeri Medan.

Anehnya, para pembela HAM di negeri ini, yang lantang bersuara membela Syi’ah Sampang yang sesat, serta Ahmadiyah Kuningan yang tetap ngotot mengaku Islam, meskipun kafir terhadap nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, diam seribu bahasa. Belum ada satu kalimatpun yang mereka ucapkan menyangkut pembasmian kaum muslimin di Myanmar ini. Ada apa…..?

Wallahu a’lam

Share this post