Senjata Kimia di Timur Tengah

Kepala Pemerintahan Suriah,  Presiden Bashar al-Assad siap menghapus senjata kimia dari negera mereka. Demikian menurut Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia. Kesepakatan penyelenggaraan konfrensi untuk membebaskan Timur Tengah dari senjata Pemusnah Massal tercapai pada tahun 2010 yang lalu, dengan sponsor Inggris, Rusia dan Amerika Serikat. Sayangnya, menurut Lavrov, Amerika Serikat menghambat usaha tersebut dengan mengajukan berbagai macam alasan.

Sikap mendua juga ditunjukkan oleh AS yang menolak resolusi tentang senjata kimia Suriah menjadi dasar bagi resolusi penghapusan Senjata Pemusnah Massal di Timur Tengah. AS menginginkan seluruh senjata Pemusnah Massal dihapuskan dari negara-negara Islam di TImur Tengah, tetapi untuk Israel mesti dikecualikan. AS dan Israel tidak ingin senjata Nuklir yang dimiliki Israel di musnahkan. Suatu kebijaksanaan yang timpang dan memalukan. Sebagaimana diketahui sampai saat ini Israel tidak mau ikut Traktat Intenasional tentang Pelarangan Senjata Kimia. Israel tidak mau ikut menandatangi Konvensi Senjata Kimia pada tahun 1997.

Israel diyakini memiliki senjata nuklir dan hampir saja digunakan pada perang Arab-Israel saat melawan Mesir dan Suriah pada tahun 1973 yang lalu , meskipun Israel sama sekali tidak pernah mengakuikepemilikannya atas Senjata Nuklir, tetapi mereka juga tidak pernah membantahnya.

Seluruh manusia sedunia merasa heran dengan sikap Amerika Serikat yang tidak adil dan selalu membabi buta membela Israel dalam setiap konflik di Timur Tengah. Kapankah Amerika Serikat akan bersikap adil….?

Wallahu A’lam

Share this post