Stephen Hawking - Big Bang - Boikot Israel

Stephen Hawking, seorang Kosmolog Internasional yang terkenal, dengan penelitiannya atas Black Hole (lobang hitam di semesta alam) membatalkan rencananya untuk hadir pada konfrensi Internasional di Israel.

Juru bicara Universitas Cambridge, tempat Hawking bekerja membenarkan penolakannya itu sebagai bentuk boikot atas Israel. Beliau berkata: “Kami telah menerima konfirmasi dari kantor Profesor Hawking melalui surat beliau yang telah dikirim pada hari jumat, yang ditujukan kepada kantor Presiden Israel. Keputusan untuk tidak hadir dalam Konfrensi tersebut diambil berdasarkan nasehat dari beberapa Akademisi Palestina, yang membuatnya menghormati Palestina dan kemudian memboikot Israel. Sebelumnya, kami menganggap ketidak hadiran beliau hanya semata-mata karena alasan kesehatan”. Demikian juru bicara Cambridge University. Pernyataan tersebut juga dituliskan dalam situs resmi Komite Inggris untuk Universitas Palestina dalam situs mereka pada hari Rabu tanggal 8 Mei 2013.

Hawking semestinya menjadi salah satu pembicara utama bersama dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Dengan demikian pengarang buku paling laris yang berjudul A Brief History of Time ini telah tergabung dalam sederet nama-nama ilmuwan yang telah ikut memboikot Israel.

Sejumlah seniman ternama juga telah menolak untuk tampil di Israel beberapa tahun ini. Di antaranya, penyanyi terkenal Inggris Elvis Costello serta grup Band Rock Indie, The Pixies. Mereka enggan manggung di Israel demi mendukung Negara Palestina.

Kampanye solidaritas Palestina Baru (PSC), sebuah lembaga yang berbasis di Inggris, menulis tentang pernyataan Hawking, “dalam sudut pandang saya, saya mesti menarik diri dari Konfrensi itu. Seandainya saja saya hadir, maka saya akan mengeluarkan pernyataan bahwa kebijakan pemerintah Israel saat ini cenderung mengarah kepada bencana. Demikian pernyataan Hawking, ilmuwan yang mengemukan Teory Big Bang itu.

Sikap Hawking ini memicu protes Israel. Maimon, ketua konfrensi Israel berkata bahwa boikot akademis ini adalah sebuah tindakan yang salah dan tidak patut dilakukan. Tentunya untuk seseorang yang memiliki spirit kebebasan berdasarkan basis kemanusiaan dan misi akademis.”

Pembicaraan antara Israel dan Palestina menemui jalan buntu pada tahun 2010 setelah Israel membuta-tuli dengan melanjutkan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Dalam bulan ini saja Israel membangun 300 rumah baru untuk penduduk Yahudi di Tepi Barat, wilayah Palestina yang dirampok pada tahun 1967.

Wallahu a’alam

Share this post