Syi'ah Iran Gantung Aktivis HAM Sunny

Syi'ah Iran Gantung Aktivis HAM Sunny Syi'ah Iran, yang dikenal sbg Syi'ah Itsna 'Asyariyah, atau Syi'ah Imam 12, telah menghukum mati di tiang gantungan seorang penyair dan aktivis Hak Asasi Manusia keturunan Arab, beraliran Sunny, bernama Hasyim Syabani. Syabani dituduh sebagai "Muharib", musuh Tuhan, yang wajib dibunuh, karena mengancam keamanan Negara.
Hasyim Syabani dan satu orang lagi bernama Hadi Rasyid juga digantung di penjara yang tidak disebutkan namanya pada tanggal 27 Januari 2014, kata seorang aktivis HAM yang telah dilansir Kantor Berita Aljazeera, Senin 10 Februari 2014 yang lalu.

Masyarakat Internasional sudah lama mencium adanya penindasan terhadap penganut Sunny di Iran. Penganut Sunny di Iran mencapai kurang lebih 10 persen dari jumlah populasi Iran. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang diberikan posisi sebagai pejabat pemerintahan di sana. Masjid-masjid Sunny sampai saat ini sulit mendapat izin di sana. Bahkan para Duta Besar, pekerja,  dan anggota keluarga mereka terpaksa melaksanakan sholat Jum'at di Kedutaan Republik Indonesia di Teheran, karena tidak adanya Masjid Sunny yang tersedia.
Hukum gantung yang ditimpakan atas para aktivis HAM di Iran, mencerminkan sulitnya melaksanakan ajaran Islam Sunny di sana. Di sini, di Indonesia para penganut ajaran Syi'ah Imam 12 asal Iran ini juga sangat agresif. Tahun lalu mereka berani terang-terangan menulis di harian Nasional Republika bahwa al qur'an yang ada sekarang ini tinggal sepertiga dari aslinya yang dihafal oleh Sayyidina Ali dan sayyidatuna Fatimah .

Kejadian di Sampang antara penikut Syi'ah dan Sunny di sana juga dipicu atas sikap agresif penganut Syi'ah yang hanya segelintir, tetapi sangat lantang merendahkan faham Sunny. Ada 18 persoalan yang mereka gencar tembakkan kepada pengikut Sunny di sana. Di antaranya yang paling dominan adalah menghina para shahabat utama Rasulullah, seperti Abu Bakar, Umar, 'Aisyah dan lain-lain. Belum lagi buku-buku mereka yang penuh caci maki terhadap hal hal yang sakral pada faham Sunny (Ahlussunnah wal Jam'aah). Wajar jika kemudian Majelis UIama Indonesia mengeluarkan buku panduan  yang meminta agar masyarakat Sunny Indonesia mewaspadai kesesatan ajaran Syi'ah, yang ujung-ujungnya dapat menyulut konflik sekterian seperti di Pakistan, Suriah, dan Libanon, dan bahkan kini mulai merambat ke Yaman.
Di Iran tidak muncul gesekan sekterian, karena disinyalir pengikut Sunny di sana ditekan keras sedemikian rupa.

Syabani dikenal sebagai seorang aktivis yang gigih menyuarakan penindasan etnis Arab Sunny di Provinsi Khuzestan. Dia dikerangkeng oleh aparat Syi'ah Imamiyah Iran sejak bulan Februari sehingga bulan Maret 2011. Pada bulan Juli 2013, Tribunal Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa Syabani dan 13 orang lainnya dinyatakan bersalah karena telah  "mengobarkan perang terhadap Tuhan" dan membuat kerusakan di bumi. Syabani, 32 tahun adalah pendiri Institut Dialog yang terkenal dengan puisi puisinya berbahasa Arab dan Parsi.
Pada tahun 2012 dia muncul di Televisi "Press TV", milik Pemerintah Syi'ah Iran, dan dipaksa mengaku sebagai anggota "teroris separatis", kata para aktivis HAM.

Wallahu A'lam

 

Share this post